SEPEDA MALAM

Malam ini ketika potensi hujan tak kembali,
Aku kayuh sepeda menyusuri basahnya jalan.
Lalu aku lihat kanan dan kiri sambil mengamati kehidupan.

Ada yang kerja dari pagi hingga malam,
tapi tak jua kaya
Namun ada pula yang hanya sesekali keluar rumah, tapi uang masuk tabungan.

Ada yang berseragam rapi dengan sepatu mengilap,
tapi bingung membagi uang.
Ada pula yang berpakaian sederhana dengan gerobak makananya,
tapi tersenyum dengan ratusan ribu bersih di tangan peharinya.

Ada yang dibayar untuk belajar.
Ada pula yang ingin belajar tapi tak bisa bayar.

Ternyata pandapatan tak sebanding lurus dengan kepintaran
Melainkan sesuai dengan yang ditetapkan Tuhan.

Ah...Bersepeda beli makan saja bisa begini.



Sajak ini ditulis pada 19 April 2016

Comments

Popular posts from this blog

About Me

Awan Orografis, Awan Hujan di Pegunungan